Sosialisasi di Tepi Sungai: Suatu Dilema



SOSIALISASI DI TEPI SUNGAI MELAWI, KALIMANTAN BARAT: DILEMA DI ANTARA ATURAN DAN PERUT.

Ibarat pergi menyandau durian tapi sudah buah ujung, entah masih ada atau tidak.
Di satu sisi, polisi menjalankan tugas, sosialisasi sesuai aturan yang ada.
Di sisi lain, wajah-wajah yang ditemui bukan wajah penjahat. Itu wajah bapak-bapak yang bingung. Di depan mereka bukan senjata, tapi dulang dan saringan emas.
Mungkin dalam hati mereka berkata, "Sudah terlambat, Pak... Ini untuk makan minum kami dan biaya sekolah anak-anak kami. Kami sudah lupa cara mengaduk semen dan menanam jagung, jengkol, petai, berladang."
Inilah dilema penambang emas konvensional di Indonesia. Ketika aturan dan penegakan baru datang setelah bertahun-tahun mendulang emas menjadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup, sosialisasi tanpa solusi ekonomi pengganti akan terasa hambar.
Larangan tanpa jalan keluar hanya akan memindahkan masalah dari sungai ke dapur mereka. Masalah sungai dan lingkungan pun telah menjadi masalahnya sendiri yang abadi.
Untung dari pekerjaan ini pun memberi manfaat yang "sistemik (hehe)", dari low level sampai top level.

Post a Comment

0 Comments